Monday, 14 January 2013

Ayat Kursi

kEutAmaAn Ayat kuRsI

ayat halau syaitan
ALLOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WA MAA KHOLFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI SYAI-IN MIN (dengung) ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’A KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDH. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIIM.

Artinya :
Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS : Al-Baqarah : 255)

Keutamaan, kegunaan, manfaat, syafaat, keajaiban, keistimewaan dari ayat kursi surat al-baqoroh ayat 255 antara lain adalah :
1. Dapat mendatangkan hajat bila dibaca 100 kali pada waktu tengah malam setelah melakukan shalat sunat hajat.
2. Dapat mengusir, menghilangkan dan menghindar dari gangguan jin, syetan/setan, makhluk ghoib, makhluk halus dan sebangsanya serta gannguan dari orang-orang zhalim. Bacalah ayat kursi pada setiap permulaan siang dan malam hari.
3. Menyembuhkan orang gila dan kerasukan/kesurupan dengan cara membaca 11 kali pada orang gila dengan sambil ditiup-tiupkan.
4. Penyembuhan segala macam penyakit dengan menulis ayat kursi pada wadah air minum seperti gelas, mangkuk, cangkir, kendi, piring, dan lain-lain.
Ayat Kursi diturunkan pada suatu malam selepas Hijrah. Menurut riwayat, ketika ayat kursi diturunkan disertai dengan beribu-ribu malaikat sebagai penghantarnya, kerana kebesaran dan kemuliaannya. Syaitan dan Iblis menjadi gempar kerana adanya suatu alamat yang menjadi perintang dalam perjuangan nya.
Rasulallah s.a.w segera memerintah kepada penulis alQuran iaitu Zaid bin Thabit agar segera menulisnya dan menyebarkannya.
Ada terdapat sembilan puluh lima buah hadis yang menjelaskan fazilat ayat kursi. Sebabnya ayat ini disebut ayat KURSI kerana di dalam nya terdapat perkataan KURSI, ertinya tempat duduk yang megah lagi yang mempunyai martabat.
Perlu di ingat, bukan yang di maksudkan dengan KURSI ini tempat duduk tuhan, tetapi adalah KURSI itu syiar atas kebesaran Tuhan.
Khasiat Ayat Kursi:
1. Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan istikamah setiap kali selesai sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali masuk kerumah atau kepasar, setiap kali masuk ke tempat tidur dan musafir, insyaallah akan diamankan dari godaan syaitan dan kejahatan raja-raja (pemerintah) yang kejam, diselamatkan dari kejahatan manusia dan kejahatan binatang yang memudharatkan. Terpelihara dirinya dann keluarganya, anak-anak nya, hartanya, rumahnya dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.
2. Terdapat keterangan dalam kitab Assarul Mufidah, barang siapa yang mengamalkan membaca ayat kursi, setiap kali membaca sebanyak 18 kali, inyaallah ia akan hidup berjiwa tauhid, dibukakan dada dengan berbagai hikmat, dimudahkan rezekinya, dinaikkan martabatnya, diberikan kepadanya pengaruh sehingga orang selalu segan kepadanya, diperlihara dari segala bencana dengan izin Allah s.w.t.
3. Salah seorang ulama Hindi mendengar dari salah seorang guru besarnya dari Abi Lababah r.a, membaca ayat Kursi sebanyak anggota sujud (7 kali) setiap hari ada benteng pertahanan Rasulallah s.a.w.
4. Syeikh Abul ‘Abas alBunni menerangkan: “Sesiapa membaca ayat Kursi sebanyak hitungan kata-katanya (50 kali), di tiupkan pada air hujan kemudian diminumnya, maka InysyAllah tuhan mencerdaskan akalnya dan memudahkan faham pada pelajaran yang dipelajari.
5. Sesiapa yang membaca ayat Kursi selepas sembahyang fardhu, Tuhan akan mengampunkan dosanya. Sesiapa yang membacanya ketika hendak tidur, terpelihara dari gangguan syaitan, dan sesiapa yang membacanya ketika ia marah, maka akan hilang rasa marahnya.
6. Syeikh alBuni menerangkan: Sesiapa yang membaca ayat Kursi sebanyak hitungan hurufnya (170 huruf), maka insyaallah, Tuhan akan memberi pertolongan dalam segala hal dan menunaikan segala hajatnya, dam melapangkan fikiranyan, diluluskan rezekinya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dituntutnya.
7. Barang siapa membaca ayat Kursi ketika hendak tidur, maka Tuhan mewakilkan dua malaikat yang menjaga selama tidurnya sampai pagi.
8. Abdurahman bin Auf menerangkan bahawa, ia apabila masuk kerumahnya dibaca ayat Kursi pada empat penjuru rumahnya dan mengharapkan dengan itu menjadi penjaga dan pelindung syaitan.
9. Syeikh Buni menerangkan: sesiapa yang takut terhadap serangan musuh hendaklah ia membuat garis lingkaran denga nisyarat nafas sambil membaca ayat Kuris. Kemudian ia masuk bersama jamaahnya kedalam garis lingkaran tersebut menghadap kearah musuh, sambil membaca ayat Kursi sebayak 50 kali, atau sebanayk 170 kali, insyaallah musuh tidak akan melihatnya dan tidak akan memudharatkannya.
10. Syeikul Kabir Muhyiddin Ibnul Arabi menerangkan bahawa; sesiapa yang membaca ayat Kursi sebayak 1000 kali dalam sehari semalam selama 40 hari, maka demi Allah, demi Rasul, demi alQuran yang mulia, Tuhan akan membukakan baginya pandangan rohani, dihasilkan yang dimaksud dan diberi pengaruh kepada manusia. (dari kitab Khawasul Qur’an)
Selain menjadi ayat yang paling mulia didalam Al-qur’an, ayat kursi ini memiliki keutamaan-keutamaan, yaitu:
[1] Menjadi Salah Satu Jalan Menuju Surga
Ayat kursi menjadi salah satu jalan menuju surga dengan dibaca disetiap selesai shalat fardhu, siapa yang menjaga bacaan ayat kursi setelah shalat fardhu yang dibaca setelah membaca dzikir yang diajarkan oleh Nabi, maka akan dimudahkan jalannya menuju surga.
[2] Sebagai Pelindung Dari Gangguan Syaitan
Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam mewakilkan aku (memberi amanah kepadaku) untuk menjaga zakat Ramadhan. Maka datanglah seseorang dan ia pun mengambil segenggam makanan, maka aku menangkapnya dan kukatakan, “Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah.” Orang itu berkata, “Sungguh aku sangat membutuhkannya, aku menanggung keluarga, dan aku dalam keadaan yang sangat membutuhkan.” Abu Hurairah berkata, “Maka aku pun melepaskannya.” Ketika pagi hari tiba, Nabi bertanya “Wahai Abu Hurairah! Apa yang diperbuat oleh tawananmu semalam?” Abu Hurairah menjawab: Saya katakan,”Wahai Rasulullah, dia mengeluhkan kebutuhannya dan keluarga yang ditanggungnya, maka aku mengasihaninya dan aku melepaskannya.” Beliau bersabda “Ketahuilah, sesungguhnya ia telah berdusta kepadamu dan sungguh ia akan kembali lagi.”
Maka aku mengetahui (dengan yakin) bahwa dia pasti akan datang lagi berdasarkan sabda Rasulullah,”sungguh ia akan kembali lagi.” Maka aku pun mengawasinya, kemudian ia mulai mengambil segenggam makanan, lalu aku menangkapnya dan kukatakan,”Sungguh aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah.” Orang itu pun menjawab, “Lepaskan aku! Sungguh aku sangat membutuhkannya dan aku punya tanggungan keluarga. Aku tidak akan kembali lagi.” Maka akupun mengasihaninya dan melepaskannya.”
Ketika pagi tiba, Rasulullah bertanya kepadaku,”Wahai Abu Hurairah! Apa yang telah dilakukan oleh tawananmu?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah! Ia mengeluhkan kebutuhannya yang sangat dan keluarga yang ditanggungnya, maka aku pun mengasihaninya dan melepaskannya.” Kemudian beliau bersabda,”Ketahuilah sesungguhnya ia telah berdusta kepadamu dan ia akan kembali lagi.” Maka aku pun mengawasinya untuk ketiga kalinya, ia pun mulai mengambil segenggam makanan lalu aku pun menangkapnya dan kukatakan,”Sungguh aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah dan yang ketiga kali inilah yang terakhir. Engkau mengaku bahwa engkau tidak akan kembali lagi, tetapi engkau kembali lagi.” Orang itu berkata,”Lepaskan aku! Aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadamu.”
Aku berkata,”Apa itu?” orang itu berkata,”Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi yaitu Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum sampai akhir ayat. Sungguh engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi hari.” Maka aku pun melepaskannya. Ketika pagi hari, Rasulullah bertanya kepadaku, “Wahai Abu Hurairah apa yang telah dilakukan tawananmu semalam?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah! Ia mengaku bahwa ia mengajariku beberapa kalimat yang dengannya Allah akan memberikan manfaat kepadaku, maka aku pun melepaskannya.” Beliau bertanya,”Apa itu?” Aku berkata,”Ia berkata kepadaku apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi yaitu Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum sampai akhir ayat. Sungguh engkau senantiasa mendapat penjagaan dari Allah dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi hari.” Maka aku pun melepaskannya. Maka Nabi bersabda, “Ketahuilah! Sesungguhnya ia ia telah berkata jujur kepadamu tetapi ia adalah pendusta. Tahukah engkau siapa orang yang engkau ajak bicara selama tiga hari itu wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Tidak.” Beliau menjawab, “Itu adalah syaitan.”
Apa hikmah yang menyebabkan ayat kursi menjadi ayat yang paling mulia dibandingkan dari ayat-ayat lainnya didalam Al-qur’an? Jawabannya adalah bahwa ayat kursi adalah ayat yang paling banyak menyebut sifat-sifat ALLAH subhanallahu wa ta’ala. Sifat yang disebut didalamnya adalah sifat-sifat yang Maha besar, memiliki ketinggian, kesempurnaan serta sifat-sifat tersebut dapat memberikan pelajaran besar kepada diri kita. Dalam hal ini bukan berarti ayat-ayat yang lain tidak mulia, melainkan ayat kursi adalah ayat yang paling mulia diantara ayat-ayat mulia lainnya.
Sifat-sifat yang terkandung dalam ayat kursi ini adalah sifat ALLAH. ALLAH adalah salah satu dari nama-nama ALLAH subhanallahu wa ta’ala yang banyak, yang menunjukan ketinggian, kemulian, dan keagungan-Nya, dari setiap nama-nama ALLAH itu mengandung sifat masing-masing. Nama-nama ALLAH subhanallahu wa ta’ala itu ada tiga jenis, yang pertama adalah nama-nama ALLAH yang diturunkan kepada umat manusia. Yang kedua adalah nama-nama yang hanya diajarkan kepada sebagian makhluk saja, dalam hal ini yang dimaksud adalah para malaikat. Yang ketiga adalah nama-nama ALLAH subhanallahu wa ta’ala yang tidak diajarkan kepada siapapun, hanya ALLAH subhanallahu wa ta’ala yang mengetahuinya. Sehingga 99 nama ALLAH subhanallahu wa ta’ala yang terdapat dalam asmaul husna adalah sebagian kecil saja dari nama-nama ALLAH yang ada.
Waallahu a’lamu bishowab
Comments
8 Comments

8 comments

14 January 2013 at 16:56

jgn lupa amalkn yer..:)

14 January 2013 at 18:49

ayatul qursi penghalau setan.. :)

14 January 2013 at 19:00

Allahu...semoga menjadi amalan. Tp kena baca dgn betul la =)

14 January 2013 at 20:17

Copy paste dri blog org hehehe..ni utk sy sebab bru dengah hafal :p
jngan marahhhh

14 January 2013 at 23:47

salam ukhuwah dari bunda

15 January 2013 at 01:27

salam kenal..ambo asal kelate jugok..:)

15 January 2013 at 01:39

@❤Kamsiah❤okey salam

15 January 2013 at 04:10

nak lagu zikir tu just klik nasheed songs kat atas tu then klua select nashid here..pilihlah mengikut abjad nama penyanyinyer..

Post a Comment